SURABAYA, RBNasional.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan provinsi ini untuk menjadi pusat lahirnya talenta digital nasional. Upaya itu ditopang melalui penguatan sektor pendidikan, yang diwujudkan lewat Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional yang melibatkan 2.600 tenaga pendidik secara hybrid, Selasa (20/1).
Sosialisasi yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur diikuti 190 peserta secara langsung dan 2.410 peserta daring dari berbagai satuan pendidikan di seluruh provinsi. Khofifah menekankan, transformasi digital harus berakar dari pendidikan, agar talenta digital yang lahir memiliki kemampuan teknis sekaligus karakter kebangsaan yang kuat.
“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan, dilakukan terencana, berbasis data, serta selaras dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan nasional,” ujar Khofifah, menekankan peran strategis pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul.
Gubernur Khofifah menegaskan Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional merupakan langkah strategis untuk menghadapi disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, dan ekonomi berbasis pengetahuan. Program ini tidak hanya fokus pada pelatihan teknis, tetapi juga membangun ekosistem talenta digital berkelanjutan dari pendidikan dasar hingga dunia kerja.
“Program ini menjadi jawaban atas tantangan dunia yang kian digital. Pengembangan talenta digital diarahkan untuk membekali generasi muda agar mampu bersaing dalam dunia kerja yang kompetitif,” jelas Khofifah.
Menurutnya, penguasaan keterampilan digital, kemampuan adaptasi, serta kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah menjadi syarat utama bagi pelajar agar siap menghadapi tuntutan industri modern.
Khofifah menekankan guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan sebagai arsitek utama transformasi pendidikan. Keberhasilan program sangat tergantung pada terbentuknya komunitas belajar yang kolaboratif dan adaptif.
“Melalui sosialisasi ini, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan pengelolaan talenta digital sebagai gerakan bersama. Setiap kebijakan dan inovasi pendidikan harus berkontribusi nyata pada lahirnya generasi unggul, berdaya saing, dan berkarakter,” tegas Khofifah.
Transformasi pendidikan di Jawa Timur menekankan pembelajaran mendalam (deep learning), menguatkan kemampuan bernalar kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital. Khofifah menyatakan pendidikan harus berdampak nyata bagi kualitas hidup peserta didik, tidak hanya sebagai proses belajar.
“Pendidikan tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus berdampak. Dari pendidikan yang berdampak inilah kita menyiapkan talenta digital yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah pertama di Indonesia yang menegaskan peran pendidikan daerah dalam menyiapkan talenta digital masa depan.
“Kami berharap kemampuan dunia pendidikan, khususnya di Jawa Timur, semakin menajam dalam sektor digitalisasi. Dengan pengelolaan talenta yang terarah sejak pendidikan, peluang kerja peserta didik akan terbuka luas sesuai kebutuhan industri,” kata Aries.
Langkah strategis Jawa Timur ini menegaskan posisi provinsi sebagai episentrum pengembangan talenta digital nasional. Keberhasilan program tergantung pada sinergi pemerintah, pendidik, industri, dan ekosistem inovasi. Jika berjalan optimal, program ini berpotensi menghasilkan generasi digital yang unggul, adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi ekonomi berbasis teknologi.
“Pendidikan yang berdampak nyata adalah fondasi lahirnya talenta digital yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga beretika dan berkarakter Pancasila,” pungkas Gubernur Khofifah.












