LAMONGAN, RBNasional.com – Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) melakukan kunjungan kerja ke Waduk Takeran dan pintu air sungai di Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jumat (10/4/2026), guna memastikan optimalisasi pemanfaatan irigasi perpompaan (irpom) untuk mendukung musim kemarau (MK I) dan masa tanam kedua (MT II).
Kunjungan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 14.00 WIB itu dipimpin langsung Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Dr. Ir. Hermanto, M.P., bersama jajaran pejabat pusat dan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian wilayah Pulau Jawa.
Turut mendampingi, Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Tikung, unsur TNI-Polri, pemerintah desa, serta kelompok tani dari Desa Wonokromo dan Takeranklating. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 peserta.
Peninjauan difokuskan pada kondisi waduk dan pintu air sebagai salah satu infrastruktur vital penopang sektor pertanian di Lamongan, terutama untuk menjaga ketersediaan pasokan air saat memasuki musim kemarau.
Dirjen LIP menegaskan, keberadaan sistem irigasi yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.
“Peninjauan ini penting untuk memastikan pemanfaatan irpom berjalan optimal sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat tetap tercukupi pada musim kemarau dan masa tanam berikutnya,” ujar salah satu pejabat dalam rombongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat Lamongan, sehingga dukungan pemerintah pusat terhadap infrastruktur pengairan sangat dibutuhkan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari evaluasi lapangan terhadap kesiapan jaringan irigasi tersier, konservasi sumber air pertanian, serta langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan di sejumlah wilayah sentra pangan.
Dengan peninjauan langsung ini, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas produksi pertanian dan melindungi kepentingan petani di tengah tantangan perubahan musim.
“Keberlanjutan pasokan air adalah kunci utama agar hasil panen petani tetap maksimal,” pungkasnya.






