Penanganan Banjir Dipercepat, Lamongan Optimalkan Pintu Kuro dan Bantuan Warga

Pemerintahan3 Dilihat

LAMONGAN, RBNasional.com – Pemerintah Kabupaten Lamongan mempercepat penanganan banjir akibat cuaca ekstrem dengan memperpanjang durasi operasi pompa air, menambah kapasitas pembuangan, serta menyediakan perahu karet untuk menunjang mobilitas warga, terutama anak sekolah di wilayah terdampak terparah.

Upaya tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat meninjau dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Sukorejo, Kecamatan Karangbinangun, serta Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Senin (12/1).

Menurut Yuhronur, langkah prioritas yang dilakukan pemerintah daerah saat ini adalah mempercepat penurunan genangan dengan mengoptimalkan sistem pembuangan air. Salah satunya melalui penambahan durasi dan kapasitas pompa di Pintu Kuro serta sejumlah DAM lain yang terhubung dengan wilayah terdampak.

“Dalam rangka percepatan penanganan banjir, yang kami lakukan sekarang adalah membantu mengeluarkan air dari Pintu Kuro dengan menambah kapasitas pompa sekaligus memperpanjang durasi operasionalnya dari kondisi normal. Saat ini, opsi pembuangan air memang terbatas melalui Pintu Kuro dan DAM lainnya, sehingga durasi pompa kami tingkatkan,” ujar Yuhronur Efendi, Bupati Lamongan, saat ditemui di lokasi.

Selain fokus pada pengendalian air, Pemkab Lamongan juga menyalurkan bantuan logistik untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“Kami juga terus mendistribusikan bantuan kemanusiaan, baik berupa bahan makanan, pakaian, maupun kebutuhan lain yang dibutuhkan masyarakat terdampak,” lanjut Yuhronur.

Dalam kunjungannya ke Desa Bojoasri, Yuhronur menegaskan wilayah tersebut menjadi salah satu titik genangan terparah. Kondisi geografis desa yang berada di dataran cekung menyebabkan air sulit surut dan berdampak langsung pada aktivitas warga.

Untuk memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi, pemerintah daerah mulai memfasilitasi perahu karet sebagai sarana transportasi menuju sekolah.

“Desa Bojoasri ini termasuk yang paling lama dan paling parah terdampak karena kondisi geografisnya sangat rendah dan cekung. Mulai hari ini kami siapkan perahu karet untuk akses anak-anak sekolah agar mereka tetap bisa bersekolah dengan aman. Fasilitas ini akan terus kami lanjutkan selama masih dibutuhkan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Lamongan menyalurkan berbagai jenis bantuan, mulai dari makanan siap saji, tambahan gizi, lauk pauk, selimut, paket kebersihan, perlengkapan anak, paket lansia, perlengkapan makan, sandang pria dan wanita, hingga perlengkapan sekolah.

Bantuan tersebut didistribusikan untuk lima desa terdampak banjir, yakni Desa Bojoasri, Pomahanjangan, Sukorejo, Waruk, dan Karanganom.

Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan pemantauan kondisi banjir terus dilakukan secara berkala, sembari mengevaluasi efektivitas pompa dan kebutuhan tambahan di lapangan. Koordinasi lintas perangkat daerah juga diperkuat guna memastikan penanganan banjir berjalan cepat, terukur, dan berpihak pada keselamatan serta keberlanjutan aktivitas warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *