SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Inisiatif pemberdayaan anak muda desa melalui pendekatan literasi digital kembali mencuri perhatian. Rumah Desa Hebat di Kabupaten Sampang dinilai berhasil menciptakan ekosistem kreatif yang mendorong generasi Z desa aktif berinovasi, berkolaborasi, dan memberi dampak sosial nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi terhadap kiprah komunitas Rumah Desa Hebat saat melakukan kunjungan langsung ke Sampang, Madura. Ia menilai ruang kreatif tersebut mampu menjawab tantangan era digital dengan pendekatan yang relevan bagi karakter generasi muda.
“Yang saya temui di Rumah Desa Hebat adalah anak-anak muda desa yang mampu membaca perubahan zaman dengan cepat. Mereka tidak hanya mengikuti arus tren digital, tetapi juga menciptakan konten yang edukatif, inspiratif, dan membawa nilai positif,” ujar Lia Istifhama, Anggota DPD RI, dalam keterangannya di sela kunjungan.
Menurut Lia, kemampuan generasi Z desa dalam memanfaatkan teknologi digital membuktikan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari kawasan perkotaan. Desa justru memiliki kekuatan pada narasi lokal, kedekatan sosial, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat yang dapat diterjemahkan menjadi konten bermakna.
Ia menegaskan, keberadaan ruang kreatif seperti Rumah Desa Hebat menjadi bukti bahwa anak muda desa mampu bersaing di ruang digital selama diberi ruang berekspresi, pendampingan yang tepat, dan kepercayaan untuk berkembang.
“Kreativitas berbasis desa memiliki potensi dampak sosial yang lebih kuat karena berangkat dari realitas dan kebutuhan masyarakat setempat,” kata Lia.
Rumah Desa Hebat selama ini dikenal sebagai ruang belajar terbuka yang fokus pada penguatan literasi digital. Berbagai kegiatan seperti pelatihan pembuatan konten kreatif, diskusi terbuka, hingga kolaborasi lintas disiplin menjadi bagian dari aktivitas komunitas ini.
Lia menilai, pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital, sekaligus menjadi strategi preventif terhadap penggunaan media sosial yang tidak produktif.
“Ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang pembelajaran alternatif yang membentuk karakter, keterampilan, dan kesadaran sosial anak muda desa,” ujarnya.
Menutup kunjungannya, Lia Istifhama berharap model pemberdayaan yang dijalankan Rumah Desa Hebat dapat terus dikembangkan dan direplikasi di daerah lain, khususnya desa-desa yang memiliki potensi sumber daya manusia muda.
“Saya berharap Rumah Desa Hebat melahirkan lebih banyak talenta muda desa yang berdaya saing, adaptif terhadap perubahan digital, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Lia Istifhama, Anggota DPD RI, mengakhiri pernyataannya.








