LAMONGAN, RBNasional.com – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bharadaksai 91 resmi dioperasikan di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jumat (30/1/2026). Peresmian ini menjadi bagian penguatan Program Makan Bergizi Nasional yang dicanangkan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.
Peresmian dipimpin Pembina Yayasan Bharadaksai 91 Brigjen Pol. Djoni Hendra, S.H., didampingi Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si., bersama unsur Forkopimcam Sugio. Kegiatan berlangsung pukul 10.40 WIB dan dihadiri unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, serta pemangku kepentingan pendidikan.
Hadir pula Ketua Yayasan Bharadaksai 91 Lamongan Mujiono, Amd.Kep, jajaran Pejabat Utama Polres Lamongan, H. Sulton selaku pengelola SPPG Lebakadi Sugio, Kapolsek Sugio AKP Jinanto, S.H., para kepala desa se-Kecamatan Sugio, kepala sekolah dari jenjang KB hingga SMA, serta para kepala SPPG di wilayah Sugio.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Djoni Hendra mengapresiasi sinergi lintas sektor yang mendukung berdirinya SPPG Lebakadi Sugio. Ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi merupakan program strategis Presiden Republik Indonesia yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan berorientasi pada kualitas.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh distribusi makanan, tetapi juga oleh standar gizi, kebersihan, dan kelayakan sajian. Ia mengingatkan seluruh pengelola dan vendor SPPG agar mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Program Makan Bergizi harus dilaksanakan dengan keikhlasan dan pengawasan ketat. Jika kualitas tidak dijaga, dampaknya bisa merugikan anak-anak dan keberlanjutan SPPG itu sendiri,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada Kapolres Lamongan agar terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga seluruh program pemerintah dapat berjalan aman dan kondusif di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan video conference bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Irjen Pol. Sony Sanjaya, S.I.K. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan bahan baku lokal dalam rantai pasok, pengelolaan sampah sisa makanan, serta kewajiban setiap SPPG memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan.
Irjen Pol. Sony Sanjaya juga menjelaskan bahwa anggaran dari pemerintah pusat akan disalurkan langsung ke daerah melalui SPPG. Penyaluran tersebut mensyaratkan kelengkapan administrasi serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan standar operasional dapur.
Sebagai tanda resmi beroperasinya SPPG Lebakadi Sugio, dilakukan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita, dilanjutkan observasi dapur untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ustad Fauzan.
Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Nasional melalui SPPG Lebakadi Sugio. Ia menilai program tersebut memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas gizi dan kesehatan pelajar.
“Polres Lamongan siap mendukung dan mengamankan setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga SPPG Lebakadi Sugio berjalan profesional dan memberi manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Berdasarkan data pengelola, jumlah penerima manfaat SPPG Lebakadi Sugio mencapai 1.852 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Sugio. Keberadaan dapur SPPG ini diharapkan menjadi penguat upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di Kabupaten Lamongan.






