Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Lamongan, Polsek Tikung dan BPBD Lakukan Penanganan Awal

Berita7 Dilihat

LAMONGAN, RBNasional.com – Hujan deras disertai angin kencang merobohkan satu rumah warga di Dusun Wonorejo, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tersebut menjadi pengingat meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi pada musim hujan yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan tempat tinggal masyarakat.

Rumah yang roboh diketahui milik Ibu Sirah, warga setempat. Saat kejadian, hujan turun cukup lebat dengan hembusan angin kencang yang berlangsung beberapa waktu. Struktur bangunan yang tidak mampu menahan terpaan angin akhirnya ambruk. Tidak terdapat korban jiwa maupun luka, namun kerugian material berupa satu unit rumah warga tidak dapat dihindari.

Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo, S.H., membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat dan perangkat desa.

“Sekitar pukul 15.00 WIB kami menerima informasi adanya rumah warga yang roboh akibat hujan disertai angin kencang. Kami bersama anggota Polsek Tikung segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan pengamanan awal,” ujar AKP Anang.

Ia menambahkan, hasil pengecekan di lapangan memastikan tidak ada korban personel dalam kejadian tersebut. Namun, kondisi rumah mengalami kerusakan total sehingga tidak dapat ditempati sementara waktu.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kerugian bersifat material berupa satu rumah warga roboh. Untuk sementara, pemilik rumah tinggal di rumah tetangga terdekat sambil menunggu tindak lanjut penanganan,” tambahnya.

AKP Anang juga menjelaskan bahwa Polsek Tikung telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Koramil 0812/04 Tikung, Trantib Kecamatan Tikung, pemerintah desa, serta BPBD Kabupaten Lamongan. Kejadian ini turut dilaporkan ke komando atas sebagai langkah administrasi dan antisipasi kejadian serupa.

Sementara itu, Camat Tikung Sujirman Sholeh menilai kejadian tersebut merupakan bencana musiman yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Menurutnya, potensi angin kencang disertai hujan masih tinggi di wilayah Lamongan selama musim penghujan.

“Bencana angin kencang seperti ini hampir setiap tahun terjadi di wilayah Kecamatan Tikung. Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan,” kata Sujirman.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan bersama tiga pilar di tingkat desa akan memperkuat langkah mitigasi melalui imbauan dan sosialisasi kepada warga.

“Kami berharap masyarakat tidak menganggap remeh kondisi cuaca ekstrem. Jika melihat tanda-tanda angin kencang atau hujan lebat berkepanjangan, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah dan segera melapor kepada perangkat desa atau petugas apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya.