<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nahdlatul Ulama Arsip - RBNasional</title>
	<atom:link href="https://rbnasional.com/tag/nahdlatul-ulama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rbnasional.com/tag/nahdlatul-ulama/</link>
	<description>Kredibel, Independen, Edukatif</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2026 17:04:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://rbnasional.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-logorbn-1-32x32.png</url>
	<title>Nahdlatul Ulama Arsip - RBNasional</title>
	<link>https://rbnasional.com/tag/nahdlatul-ulama/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polsek Tikung Amankan Tasyakuran Harlah NU ke-100 di Lamongan, Kegiatan Berjalan Kondusif</title>
		<link>https://rbnasional.com/polsek-tikung-amankan-tasyakuran-harlah-nu-ke-100-di-lamongan-kegiatan-berjalan-kondusif/</link>
					<comments>https://rbnasional.com/polsek-tikung-amankan-tasyakuran-harlah-nu-ke-100-di-lamongan-kegiatan-berjalan-kondusif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[rbnasional.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 17:04:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tikung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rbnasional.com/?p=390</guid>

					<description><![CDATA[<p>LAMONGAN, RBNasional.com — Memasuki usia satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) kembali menegaskan <a class="read-more" href="https://rbnasional.com/polsek-tikung-amankan-tasyakuran-harlah-nu-ke-100-di-lamongan-kegiatan-berjalan-kondusif/" title="Polsek Tikung Amankan Tasyakuran Harlah NU ke-100 di Lamongan, Kegiatan Berjalan Kondusif" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://rbnasional.com/polsek-tikung-amankan-tasyakuran-harlah-nu-ke-100-di-lamongan-kegiatan-berjalan-kondusif/">Polsek Tikung Amankan Tasyakuran Harlah NU ke-100 di Lamongan, Kegiatan Berjalan Kondusif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rbnasional.com">RBNasional</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN, <a href="https://www.rbnasional.com/tag/lamongan" target="_blank" rel="noopener">RBNasional.com</a></strong> — Memasuki usia satu abad, <a href="https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/" target="_blank" rel="noopener">Nahdlatul Ulama</a> (NU) kembali menegaskan perannya sebagai penjaga tradisi keislaman moderat sekaligus perekat persatuan bangsa. Refleksi tersebut mengemuka dalam Giat Malam Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 yang digelar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Sabtu malam (31/1/2026).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor MWC NU Kecamatan Tikung itu dihadiri sekitar 200 warga NU, tokoh agama, unsur pemerintah kecamatan, serta perwakilan TNI dan Polri. Acara berlangsung khidmat sejak pukul 20.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 22.30 WIB dalam suasana aman dan tertib.</p>
<p>Wakil PC NU Lamongan, Dr. Madehan Ali, menyampaikan bahwa Harlah ke-100 menjadi momentum penting bagi NU untuk melakukan refleksi historis sekaligus proyeksi masa depan organisasi.</p>
<p>“NU sudah memasuki abad kedua. Tantangannya bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga memastikan NU tetap relevan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Madehan Ali.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa sejak berdiri, NU konsisten menempatkan diri sebagai organisasi keagamaan yang menjaga keseimbangan antara nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.</p>
<p>Ketua Panitia Harlah NU ke-100 Kecamatan Tikung, Saiful Arif, mengatakan peringatan ini dirancang sederhana namun sarat makna. Tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Organisasi dalam Menyongsong Masa Depan” dipilih sebagai refleksi arah gerak NU ke depan.</p>
<p>“Kami ingin Harlah ini menjadi ruang muhasabah. NU harus tetap kokoh di akar tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus kuat secara organisasi agar mampu menjawab dinamika zaman,” kata Saiful Arif.</p>
<p>Menurutnya, soliditas antarbanom dan keterlibatan generasi muda NU menjadi kunci keberlanjutan jam’iyah di tingkat akar rumput.</p>
<p>Kehadiran unsur aparat negara dalam kegiatan tersebut juga menjadi penanda eratnya hubungan NU dengan pemerintah dan aparat keamanan. Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo, S.H. menilai NU memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat.</p>
<p>“NU selama ini menjadi mitra strategis dalam menjaga kerukunan dan ketertiban. Kegiatan keagamaan seperti ini sangat positif karena memperkuat nilai persatuan,” ujar AKP Anang Purwo.</p>
<p>Hal senada disampaikan perwakilan Danramil Tikung yang menilai NU berperan aktif dalam membangun ketahanan sosial berbasis masyarakat.</p>
<p>Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon, pemberian penghargaan kepada penggerak NU di tingkat kecamatan, pemutaran video dokumenter perjalanan NU, refleksi jam’iyah, hingga doa bersama. Pengamanan kegiatan dilakukan oleh personel Polsek Tikung dibantu Banser.</p>
<p>Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Tikung, KH. Ruslan Abdul Hamid, dalam penutupnya mengajak seluruh warga NU menjadikan usia satu abad ini sebagai pijakan memperkuat khidmah kepada umat.</p>
<p>“NU harus terus hadir sebagai penebar kedamaian, penjaga persatuan, dan pengayom umat. Itulah amanah besar NU di abad kedua,” pungkas KH. Ruslan.</p>
<p>Artikel <a href="https://rbnasional.com/polsek-tikung-amankan-tasyakuran-harlah-nu-ke-100-di-lamongan-kegiatan-berjalan-kondusif/">Polsek Tikung Amankan Tasyakuran Harlah NU ke-100 di Lamongan, Kegiatan Berjalan Kondusif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rbnasional.com">RBNasional</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rbnasional.com/polsek-tikung-amankan-tasyakuran-harlah-nu-ke-100-di-lamongan-kegiatan-berjalan-kondusif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Muslimat NU Hadiri Isra’ Mi’raj di Masjid Istiqlal, Khofifah Ajak Masjid Jadi Pusat Gerakan Umat</title>
		<link>https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/</link>
					<comments>https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[rbnasional.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 16:02:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan umat]]></category>
		<category><![CDATA[Isra’ Mi’raj]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah Indar Parawansa]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Istiqlal]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimat NU]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rbnasional.com/?p=210</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, RBNasional.com &#8211; Peringatan Isra Mikraj tersebut digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan <a class="read-more" href="https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/" title="Ribuan Muslimat NU Hadiri Isra’ Mi’raj di Masjid Istiqlal, Khofifah Ajak Masjid Jadi Pusat Gerakan Umat" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/">Ribuan Muslimat NU Hadiri Isra’ Mi’raj di Masjid Istiqlal, Khofifah Ajak Masjid Jadi Pusat Gerakan Umat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rbnasional.com">RBNasional</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://www.rbnasional.com/tag/jakarta" target="_blank" rel="noopener">RBNasional.com</a></span></strong> &#8211; Peringatan Isra Mikraj tersebut digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan dihadiri ribuan anggota Muslimat Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah.Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Isra Mikraj yang dihadiri ribuan anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersama sejumlah pejabat negara di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).</p>
<p>Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rbnasional.com/khofifah-tegaskan-sekolah-rakyat-kunci-putus-rantai-kemiskinan-di-jatim/" target="_blank" rel="noopener">Khofifah Indar Parawansa</a></span>, menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga ruang strategis yang menautkan hati, pikiran, dan gerakan umat. Menurut dia, peristiwa Isra Mikraj memberikan rujukan penting tentang bagaimana kehidupan keumatan seharusnya berangkat dari masjid dan kembali ke masjid.</p>
<p>“Referensi kita adalah bagaimana gerakan kita minal masjid ilal masjid, bagaimana pikiran kita minal masjid ilal masjid, dan bagaimana hati kita juga minal masjid ilal masjid,” kata Khofifah dalam sambutannya di hadapan ribuan jamaah Muslimat NU.</p>
<p>Khofifah menjelaskan, konsep tersebut menegaskan bahwa seluruh aktivitas sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan idealnya dilandasi nilai-nilai yang tumbuh dari masjid. Karena itu, kecintaan terhadap masjid tidak cukup berhenti pada niat atau simbol, tetapi harus diwujudkan melalui kehadiran jamaah dan pemakmuran masjid secara berkelanjutan.</p>
<p>“Ada niat, ada keinginan, lalu diimplementasikan dalam bentuk meramaikan masjid, memakmurkan masjid, sekaligus menguatkan jamaahnya,” ujarnya.</p>
<p>Peringatan Isra Mikraj yang dihadiri sekitar 6.000 anggota Muslimat NU se-Jabodetabek ini, lanjut Khofifah, menjadi bagian dari penguatan ibadah dan nilai spiritual kolektif. Rangkaian kegiatan seperti majelis ilmu, pembacaan ayat suci Al Quran, lantunan shalawat, serta silaturahmi dinilai sebagai bagian dari amal ibadah yang memperkuat dimensi spiritual sekaligus sosial.</p>
<p>“Hadirnya kita di majelis ini semoga dicatat sebagai amal ibadah yang mengantarkan kita menghadap Allah dalam keadaan husnul khotimah,” ucapnya.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hablu minallah dan hablu minannas. Ibadah kepada Allah diwujudkan melalui salat, puasa, dan ibadah ritual lainnya, sementara hubungan dengan sesama diperkuat lewat kolaborasi, sinergi, harmoni sosial, serta berbagai bentuk kesalehan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, memaknai Isra Mikraj sebagai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW atas undangan Allah. Ia menjelaskan bahwa konsep safar dalam spiritualitas Islam tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga perjalanan nilai dan kesadaran.</p>
<p>“Hakikat safar itu ada empat: perjalanan dari bawah ke atas, perjalanan dari atas ke bawah, perjalanan horizontal antarmanusia, serta perjalanan individual dan kolektif dalam beribadah,” ujar Nasaruddin.</p>
<p>Menurut dia, Isra merupakan perjalanan yang masih dapat dicerna oleh akal manusia, sementara Mikraj adalah perjalanan vertikal dari bawah ke atas yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan secara rasional.</p>
<p>“Tujuan Mikraj adalah bagaimana setelah mencapai puncak spiritual, seseorang mampu kembali ke masyarakat, bersosialisasi, dan memberi manfaat. Inilah sesungguhnya hakikat Mikraj,” katanya.</p>
<p>Nasaruddin Umar juga menyampaikan apresiasi kepada Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU dan Arifah Choiri Fauzi selaku Ketua PP Muslimat NU atas kolaborasi penyelenggaraan peringatan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan ikhtiar memakmurkan masjid sebagai ruang publik keagamaan yang inklusif.</p>
<p>“Terima kasih kepada Ibu Khofifah dan Ibu Arifah. Jika Muslimat NU ingin memanfaatkan Masjid Istiqlal secara rutin, misalnya sebulan sekali, insyaallah kami siap memfasilitasi,” ujarnya.</p>
<p>Penceramah Ustadz Das’ad Latif menekankan bahwa inti terpenting dari peristiwa Isra Mikraj adalah perintah salat. Ia mengingatkan jamaah agar menjadikan salat sebagai sarana evaluasi diri, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.</p>
<p>“Saat masalah datang, jangan dibagikan ke media sosial. Kembali ke salat, evaluasi salat kita,” tegas Das’ad di hadapan jamaah.</p>
<p>Usai mengikuti rangkaian peringatan Isra Mikraj, Khofifah bersama Arifah Choiri Fauzi meninjau Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Keberadaan terowongan tersebut menegaskan pesan bahwa masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Islam, tetapi juga simbol harmoni, toleransi, dan persaudaraan lintas iman yang relevan dengan kehidupan kebangsaan.</p>
<p>Artikel <a href="https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/">Ribuan Muslimat NU Hadiri Isra’ Mi’raj di Masjid Istiqlal, Khofifah Ajak Masjid Jadi Pusat Gerakan Umat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rbnasional.com">RBNasional</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
