<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jakarta Arsip - RBNasional</title>
	<atom:link href="https://rbnasional.com/tag/jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rbnasional.com/tag/jakarta/</link>
	<description>Kredibel, Independen, Edukatif</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jan 2026 07:17:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://rbnasional.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-logorbn-1-32x32.png</url>
	<title>jakarta Arsip - RBNasional</title>
	<link>https://rbnasional.com/tag/jakarta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ribuan Muslimat NU Hadiri Isra’ Mi’raj di Masjid Istiqlal, Khofifah Ajak Masjid Jadi Pusat Gerakan Umat</title>
		<link>https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/</link>
					<comments>https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[rbnasional.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 16:02:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan umat]]></category>
		<category><![CDATA[Isra’ Mi’raj]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah Indar Parawansa]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Istiqlal]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimat NU]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rbnasional.com/?p=210</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, RBNasional.com &#8211; Peringatan Isra Mikraj tersebut digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan <a class="read-more" href="https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/" title="Ribuan Muslimat NU Hadiri Isra’ Mi’raj di Masjid Istiqlal, Khofifah Ajak Masjid Jadi Pusat Gerakan Umat" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/">Ribuan Muslimat NU Hadiri Isra’ Mi’raj di Masjid Istiqlal, Khofifah Ajak Masjid Jadi Pusat Gerakan Umat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rbnasional.com">RBNasional</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://www.rbnasional.com/tag/jakarta" target="_blank" rel="noopener">RBNasional.com</a></span></strong> &#8211; Peringatan Isra Mikraj tersebut digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan dihadiri ribuan anggota Muslimat Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah.Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Isra Mikraj yang dihadiri ribuan anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersama sejumlah pejabat negara di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).</p>
<p>Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rbnasional.com/khofifah-tegaskan-sekolah-rakyat-kunci-putus-rantai-kemiskinan-di-jatim/" target="_blank" rel="noopener">Khofifah Indar Parawansa</a></span>, menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga ruang strategis yang menautkan hati, pikiran, dan gerakan umat. Menurut dia, peristiwa Isra Mikraj memberikan rujukan penting tentang bagaimana kehidupan keumatan seharusnya berangkat dari masjid dan kembali ke masjid.</p>
<p>“Referensi kita adalah bagaimana gerakan kita minal masjid ilal masjid, bagaimana pikiran kita minal masjid ilal masjid, dan bagaimana hati kita juga minal masjid ilal masjid,” kata Khofifah dalam sambutannya di hadapan ribuan jamaah Muslimat NU.</p>
<p>Khofifah menjelaskan, konsep tersebut menegaskan bahwa seluruh aktivitas sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan idealnya dilandasi nilai-nilai yang tumbuh dari masjid. Karena itu, kecintaan terhadap masjid tidak cukup berhenti pada niat atau simbol, tetapi harus diwujudkan melalui kehadiran jamaah dan pemakmuran masjid secara berkelanjutan.</p>
<p>“Ada niat, ada keinginan, lalu diimplementasikan dalam bentuk meramaikan masjid, memakmurkan masjid, sekaligus menguatkan jamaahnya,” ujarnya.</p>
<p>Peringatan Isra Mikraj yang dihadiri sekitar 6.000 anggota Muslimat NU se-Jabodetabek ini, lanjut Khofifah, menjadi bagian dari penguatan ibadah dan nilai spiritual kolektif. Rangkaian kegiatan seperti majelis ilmu, pembacaan ayat suci Al Quran, lantunan shalawat, serta silaturahmi dinilai sebagai bagian dari amal ibadah yang memperkuat dimensi spiritual sekaligus sosial.</p>
<p>“Hadirnya kita di majelis ini semoga dicatat sebagai amal ibadah yang mengantarkan kita menghadap Allah dalam keadaan husnul khotimah,” ucapnya.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hablu minallah dan hablu minannas. Ibadah kepada Allah diwujudkan melalui salat, puasa, dan ibadah ritual lainnya, sementara hubungan dengan sesama diperkuat lewat kolaborasi, sinergi, harmoni sosial, serta berbagai bentuk kesalehan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, memaknai Isra Mikraj sebagai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW atas undangan Allah. Ia menjelaskan bahwa konsep safar dalam spiritualitas Islam tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga perjalanan nilai dan kesadaran.</p>
<p>“Hakikat safar itu ada empat: perjalanan dari bawah ke atas, perjalanan dari atas ke bawah, perjalanan horizontal antarmanusia, serta perjalanan individual dan kolektif dalam beribadah,” ujar Nasaruddin.</p>
<p>Menurut dia, Isra merupakan perjalanan yang masih dapat dicerna oleh akal manusia, sementara Mikraj adalah perjalanan vertikal dari bawah ke atas yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan secara rasional.</p>
<p>“Tujuan Mikraj adalah bagaimana setelah mencapai puncak spiritual, seseorang mampu kembali ke masyarakat, bersosialisasi, dan memberi manfaat. Inilah sesungguhnya hakikat Mikraj,” katanya.</p>
<p>Nasaruddin Umar juga menyampaikan apresiasi kepada Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU dan Arifah Choiri Fauzi selaku Ketua PP Muslimat NU atas kolaborasi penyelenggaraan peringatan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan ikhtiar memakmurkan masjid sebagai ruang publik keagamaan yang inklusif.</p>
<p>“Terima kasih kepada Ibu Khofifah dan Ibu Arifah. Jika Muslimat NU ingin memanfaatkan Masjid Istiqlal secara rutin, misalnya sebulan sekali, insyaallah kami siap memfasilitasi,” ujarnya.</p>
<p>Penceramah Ustadz Das’ad Latif menekankan bahwa inti terpenting dari peristiwa Isra Mikraj adalah perintah salat. Ia mengingatkan jamaah agar menjadikan salat sebagai sarana evaluasi diri, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.</p>
<p>“Saat masalah datang, jangan dibagikan ke media sosial. Kembali ke salat, evaluasi salat kita,” tegas Das’ad di hadapan jamaah.</p>
<p>Usai mengikuti rangkaian peringatan Isra Mikraj, Khofifah bersama Arifah Choiri Fauzi meninjau Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Keberadaan terowongan tersebut menegaskan pesan bahwa masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Islam, tetapi juga simbol harmoni, toleransi, dan persaudaraan lintas iman yang relevan dengan kehidupan kebangsaan.</p>
<p>Artikel <a href="https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/">Ribuan Muslimat NU Hadiri Isra’ Mi’raj di Masjid Istiqlal, Khofifah Ajak Masjid Jadi Pusat Gerakan Umat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rbnasional.com">RBNasional</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rbnasional.com/ribuan-muslimat-nu-hadiri-isra-miraj-di-masjid-istiqlal-khofifah-ajak-masjid-jadi-pusat-gerakan-umat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelar Akademik Triple Dr. Lia Istifhama Jadi Perhatian di Paripurna DPD RI, Kuliah Tiga Kampus Sejak Sarjana</title>
		<link>https://rbnasional.com/gelar-akademik-triple-dr-lia-istifhama-jadi-perhatian-di-paripurna-dpd-ri-kuliah-tiga-kampus-sejak-sarjana/</link>
					<comments>https://rbnasional.com/gelar-akademik-triple-dr-lia-istifhama-jadi-perhatian-di-paripurna-dpd-ri-kuliah-tiga-kampus-sejak-sarjana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[rbnasional.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 12:50:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dpd ri]]></category>
		<category><![CDATA[IAIN]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[lia istifhama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rbnasional.com/?p=185</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, RBNasional.com &#8211; Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta, <a class="read-more" href="https://rbnasional.com/gelar-akademik-triple-dr-lia-istifhama-jadi-perhatian-di-paripurna-dpd-ri-kuliah-tiga-kampus-sejak-sarjana/" title="Gelar Akademik Triple Dr. Lia Istifhama Jadi Perhatian di Paripurna DPD RI, Kuliah Tiga Kampus Sejak Sarjana" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://rbnasional.com/gelar-akademik-triple-dr-lia-istifhama-jadi-perhatian-di-paripurna-dpd-ri-kuliah-tiga-kampus-sejak-sarjana/">Gelar Akademik Triple Dr. Lia Istifhama Jadi Perhatian di Paripurna DPD RI, Kuliah Tiga Kampus Sejak Sarjana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rbnasional.com">RBNasional</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://www.rbnasional.com/tag/lia-istifhama" target="_blank" rel="noopener">RBNasional.com</a></span></strong> &#8211; Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta, Rabu (15/1/2026), diwarnai momen tak biasa ketika Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyoroti deretan gelar akademik yang melekat pada Senator Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H., S.H.I., M.E.I. Rasa penasaran pimpinan sidang membuka fakta perjalanan akademik Ning Lia yang menempuh pendidikan lintas disiplin, bahkan sejak jenjang sarjana di tiga perguruan tinggi sekaligus.</p>
<p>Pertanyaan Sultan Bachtiar Najamudin muncul di forum resmi saat mencermati gelar yang tercantum dalam daftar anggota sidang. Ia meminta penjelasan langsung mengenai asal-usul gelar Sarjana Hukum Islam (S.H.I) dan Magister Ekonomi Islam (M.E.I) yang disandang <a href="https://rbnasional.com/lia-istifhama-dorong-revitalisasi-bahasa-daerah-jawa-timur-untuk-perkuat-identitas-bangsa/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Lia Istifhama</span></a><span style="color: #ff0000;">.</span></p>
<p>“Yang belum jelas dari pimpinan ini gelar S.H.I dan M.E.I, nanti diperjelas, Bu. Kata teman-teman, mohon diperjelas,” ujar Sultan di hadapan peserta paripurna.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Lia Istifhama menjelaskan bahwa perjalanan pendidikannya ditempuh melalui jalur yang tidak lazim, dengan komitmen akademik yang ketat sejak usia muda.</p>
<p>“Saya waktu S1 kuliah di tiga tempat. Dari situ ada beberapa gelar, kemudian melanjutkan magister ekonomi Islam dan doktoral di bidang ekonomi Islam,” kata Lia di ruang sidang paripurna.</p>
<p>Penjelasan tersebut mengungkap fakta bahwa sejak jenjang sarjana, Lia Istifhama menjalani studi di tiga institusi pendidikan secara hampir bersamaan. Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Sosiologi di Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), yang kini dikenal sebagai Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).</p>
<p>Pada waktu yang sama, Lia juga diterima di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya—yang kala itu masih berstatus <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://rbnasional.com/rekor-suara-tertinggi-senator-dpd-ri-lia-istifhama-perkuat-politik-turun-ke-masyarakat/" target="_blank" rel="noopener">IAIN  </a>di</span> Program Studi Sosiologi Islam. Selain dua kampus negeri tersebut, Lia melanjutkan aktivitas akademiknya pada sore hingga malam hari di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Taruna Surabaya, dengan konsentrasi Sarjana Hukum Islam (S.H.I).</p>
<p>Kombinasi studi tersebut membuat Lia mengantongi gelar lintas disiplin, mulai dari sosiologi, sosiologi Islam, hingga hukum Islam. Di tengah padatnya jadwal kuliah, ia juga diketahui bekerja sebagai pengajar kursus privat.</p>
<p>Salah satu rekan seangkatan Lia di Universitas Airlangga, Hery Prasetyo, membenarkan kiprah akademik tersebut. Hery, yang kini menempuh pendidikan doktoral di University of Sydney, Australia, mengaku satu angkatan dengan Lia di Prodi Sosiologi Unair tahun 2002.</p>
<p>“Kalau tidak salah kami angkatan 2002. Yang saya ingat, Lia sangat aktif di Sosiologi,” ujar Hery saat dihubungi dari Surabaya.</p>
<p>Menurut Hery, Lia dikenal memiliki ketertarikan kuat pada isu ekonomi mikro, masyarakat miskin perkotaan, serta kelompok marginal. Ketertarikan itu tercermin dalam berbagai mata kuliah lapangan, seperti Sosiologi Pedesaan, Tipologi Sosial, dan Sosiologi Perkotaan.</p>
<p>“Dalam beberapa kuliah lapangan, justru saya banyak belajar dari Lia,” katanya.</p>
<p>Hery menilai latar belakang Lia yang tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama sekaligus keluarga politisi memberikan perspektif unik dalam diskusi akademik. Namun, ia menegaskan bahwa substansi utama bukan terletak pada banyaknya gelar.</p>
<p>“Bukan soal gelar yang banyak, tetapi bagaimana Lia mampu mengombinasikan pendekatan multidisiplin itu. Ini menjadi pondasi penting ketika ia menjalankan peran sebagai wakil rakyat dalam menyusun dan memetakan kebijakan,” tegasnya.</p>
<p>Senada, rekan kampus Lia di UINSA, Arifulinnuha, juga mengenang kesibukan Lia selama masa kuliah. “Saya mondok di rumah KH Maskur Hasyim, ayah Ning Lia. Saya tahu betul bagaimana padatnya aktivitas akademik beliau waktu itu,” kata Arif.</p>
<p>Artikel <a href="https://rbnasional.com/gelar-akademik-triple-dr-lia-istifhama-jadi-perhatian-di-paripurna-dpd-ri-kuliah-tiga-kampus-sejak-sarjana/">Gelar Akademik Triple Dr. Lia Istifhama Jadi Perhatian di Paripurna DPD RI, Kuliah Tiga Kampus Sejak Sarjana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rbnasional.com">RBNasional</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rbnasional.com/gelar-akademik-triple-dr-lia-istifhama-jadi-perhatian-di-paripurna-dpd-ri-kuliah-tiga-kampus-sejak-sarjana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
