JEMBER, RBNasional.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA UNAIR) Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penyelarasan program kerja alumni dengan prioritas pembangunan nasional. Sinergi lintas struktur organisasi alumni dinilai krusial agar kontribusi yang diberikan tidak bersifat sporadis, melainkan terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kepentingan publik.
Arahan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA UNAIR Periode 2025–2030 yang digelar di City Forest, Jember. Dalam forum strategis itu, Khofifah menegaskan bahwa alumni perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan implementasi di lapangan.
Menurut Khofifah, tantangan pembangunan ke depan menuntut keterlibatan aktor nonpemerintah yang memiliki kapasitas keilmuan, jaringan, serta pengalaman praktis. IKA UNAIR, dengan latar belakang keilmuan yang beragam, dinilai memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam agenda nasional.
“Yang masih perlu kita kerucutkan adalah bagaimana sinergi antara bidang dengan cabang, bidang dengan komisariat, dan bidang dengan pengurus cabang. Mengintegrasikan program menjadi kebutuhan hari ini, terutama agar sejalan dengan program prioritas pembangunan nasional dari pemerintah pusat,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PP IKA UNAIR.
Ia menilai, tanpa integrasi yang kuat, berbagai inisiatif alumni berisiko berjalan sendiri-sendiri sehingga dampaknya tidak maksimal bagi masyarakat.
Salah satu agenda nasional yang disorot Khofifah adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan secara masif. Program tersebut membutuhkan dukungan rantai pasok pangan yang kuat dan berkelanjutan, termasuk dari sektor perikanan.
Khofifah menyebut, alumni UNAIR memiliki peluang besar untuk berkontribusi melalui penguatan budidaya ikan, baik dari sisi produksi, pendampingan teknis, hingga penguatan kelembagaan pelaku usaha.
“Penguatan budidaya ikan bisa menjadi bagian dari dukungan terhadap MBG yang akan dilakukan secara masif tahun ini. IKA bisa memfasilitasi pertemuan khusus di salah satu UPT terkait agar kita bisa langsung turun ke lokasi pembenihan dan melihat potensi yang bisa dikembangkan,” katanya.
Langkah tersebut dinilai tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi bagi pelaku usaha perikanan di daerah.
Selain sektor perikanan, Khofifah juga menaruh perhatian pada penguatan peternakan sapi perah. Ia menilai sektor ini strategis mengingat tingginya kebutuhan susu nasional yang hingga kini masih bergantung pada impor.
Khofifah mengungkapkan bahwa Jawa Timur telah memperoleh alokasi dukungan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan sapi perah. Namun, keberhasilan program tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan ekosistem pendukung di lapangan.
“Untuk penguatan sapi perah, saya mohon leading sector-nya Fakultas Kedokteran Hewan. Alumni yang sudah menekuni peternakan sapi perah bisa segera diidentifikasi untuk menyiapkan tim, lokasi, dan kandang. Pemerintah pusat hanya menyiapkan sapinya,” ungkap Khofifah, yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur.
Ia menilai keterlibatan alumni berbasis keilmuan akan memperkuat aspek keberlanjutan dan kualitas produksi susu nasional.
Khofifah menegaskan Rakernas IKA UNAIR harus menghasilkan lebih dari sekadar rekomendasi konseptual. Ia mendorong agar forum tersebut melahirkan rencana aksi yang konkret, terukur, dan memiliki penanggung jawab yang jelas.
Menurutnya, setiap gagasan perlu diturunkan dalam detail pelaksanaan agar dapat segera diimplementasikan dan dievaluasi.
“Ini adalah meeting of minds yang harus kita kuatkan melalui plan of action dan detail plan. Siapa yang bertanggung jawab, bagaimana kerja timnya, dan apa targetnya harus jelas. Besi paling baik ditempa selagi masih panas, maka koordinasi lanjutan perlu segera dilakukan,” ujarnya.
Rakernas IKA UNAIR Periode 2025–2030 turut dihadiri Wakil Ketua Umum PP IKA UNAIR Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto, Sekretaris Jenderal Indra Nur Fauzi, serta Sekretaris Dewan Pertimbangan Boedi Prijosoeprajitno. Sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang merupakan alumni UNAIR juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain rapat perumusan program, rangkaian Rakernas yang berlangsung selama dua hari juga diisi dengan kegiatan kebersamaan, termasuk jalan santai dan penanaman bibit durian kanyao. Di sela kegiatan, Khofifah menerima bantuan simbolis senilai Rp500 juta dari Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Arum Sabil, yang diperuntukkan bagi mahasiswa terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.






